Angka Stunting Kabupaten Kampar Menurun Hingga 7,60%, Pj Gubernur Riau Berikan Apresiasi

0
19

Pekanbaru, auramedia.co – Pj Bupati Kampar Hambali, SE, MH Menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025 Provinsi Riau dan Rembuk Stunting Provinsi Riau, yang diselenggarakan di Balai Serindit Pekanbaru, Senin (29/4/2024).

Musrenbang RKPD Tingkat Provinsi Riau ini dibuka secara resmi oleh Pj Gubernur Riau Ir. H. SF. Hariyanto, MT, didampingi Pj Sekda Provinsi Riau Indra, SE, MM, dan dihadiri Kemendagri diwakili oleh Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Dr. Yusharto Huntoyungo, M. Pd, Kemen PPN KA Bappenas RI Yang diwakili Staff Ajli Bidang Sosial Pungkas Bahjuri Ali, S.TP, MS, Ph,D, anggota DPRD Provinsi, DPR RI, Forkopimda serta para Bupati/ Walikota se-Provinsi Riau serta perangkat daerah terkait.

Musrenbang RKPD Provinsi Riau juga ditandai dengan Pembacaan Berita Acara Hasil Musrenbang RKPD Provinsi Riau Tahun 2025 serta Penandatanganan Komitmen Bersama Bupati/Walikota se-Provinsi Riau Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Riau Tahun 2024.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan pelaksanaan Musrenbang ini adalah dalam rangka menyusun rancangan RKPD Provinsi Riau Tahun 2025 melalui sinergi dan keserasian program, kegiatan dan pagu anggaran yang disusun oleh Pemerintah Provinsi Riau dan dengan mempertimbangkan usulan Kabupaten/Kota.

Tema Musrenbang RKPD Provinsi Riau Tahun 2025 ini adalah “Meningkatkan Pelayanan Dasar dan Tata Kelola Serta Pemerataan Infrastruktur Untuk Penguaran Ekonomi Daerah.

“Melalui Musrenbang juga akan mengoptimalkan dan mengefektifkan koordinasi perencanaan, penganggaran serta pengendalian pembangunan daerah berdasarkan kerangka regulasi dan kebijakan demi tercapainya target yang telah ditetapkan di tahun rencana 2025 serta meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat Riau melalui optimalisasi kebijakan dan implementasi untuk pencapaian target indikator makro Provinsi Riau tahun 2025.”ungkap Hariyanto.

Ia juga menyebutkan, Visi Provinsi Riau Tahun 2025 adalah “Riau Maju dan Berkelanjutan Dalam Lingkungan Budaya Melayu yang Agamis” dengan Delapan Misi yaitu pertama Tranformasi Sosial untuk membangun manusia yang sehat, cerdas, kreatif, unggul dan sejahtera. Yang Kedua Transformasi Ekonomi untuk meningkatkan Produktivitas Melalui Inovasi IPTEK, Ekonomi Produktif dan Ekonomi Hijau.

Yang Ketiga Tansformasi Tata Kelola yang berintegritas dan Adaptif dan yang keempat Mewujudkan Keamanan Daerah Yang Tangguh Demokrasi Substansial dan stabilitas Ekonomi Mikro Daerah.

Selanjutnya, Kelima Mewujudkan Kebudayaan melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis untuk memantapkan Ketahanan Sosial dan Ekologi.

Yang Keenam Mewujudkan Pembangunan Kewilayahan yang Merata dan Berkeadilan antar Kabupaten/Kota. Yang Ketujuh Mewujudkan Sarana dan Prasarana berkualitas yang ramah lingkungan dan Berkelanjutan dan Kedelapan Kesinambungan Pembangunan Untuk Mewujudkan Riau Maju.

Pj Gubernur Riau juga mengatakan, ada 11 Rencana Jangka Panjang Daerah Provinsi Riau Tahun 2025-2045 dengan Tema Pembangunan Pulau Sumatera adalah “Mata Rantai Utama Bioindustri dan Kemaritiman Berdaya Saing dan Berkelanjutan dengan sasaran Visi 2045 Kemiskinan Menuju 0% dan Ketimpangan Berkurang, Target RKP, Kawasan Indonesia Barat (KBI) 78,6%, Kawasan Indonesia Timur (KTI) 21,4%, Indeks Willamsom (IW) 0,712%, Stok Infrastruktut (SI) 46,8%.

Selanjutnya terkait Stunting dengan Target 14% Tahun 2024, dalam tahun 2023 Prevelensi Stunting Nasional 21,6%, Provinsi Riau termasuk Nomor 3 Terendah (13,6%) setelah Bali (7,2%) dan Jambi (13,5%).

Pj Gubernur Riau juga menyebutkan, Penanganan Stunting di Kabupaten Kota se-Provinsi Riau ini saya Mengapresiasi Kabupaten Kampar dari 14,50% Menurun menjadi 7,60% dan Kota Pekanbaru dari 16,83% Menurun menjadi 8,70% (sumber data: Survei Kesehatan Indonesia 2023).

“Saya Apresisi sekali Kampar dan Kota Pekanbaru dalam keseriusan Penanganan Stunting di Wilayahnya, Semoga Kabupaten lain juga serius dalam penanganan ini untuk menuju Indonesia Emas 2045.”ungkapnya.”

Pj Geburnur Riau juga mengajak, Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru nanti bisa mengambil Penghargaan Dari Mendagri terkait Keseriusan Penanganan Stunting Di Wilayahnya.”tutupnya.”

Dalam hal tersebut, Pj Bupati Kampar Hambali, SE, MH mengatakan pada saat ini kita sudah melakukan Musrenbang Provinsi Riau yang dihadiri oleh Seluruh kepala Daerah yang mana disini untuk mengetahui serta mensingkronkan Program Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah.

Dalam pemaparan Pj Gubernur tadi, saya sebagai Kepala Daerah Siap untuk mendukung Program-Program yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Riau, Seperti Penanganan Stunting, Penanganan Kemiskinan Ektream serta Mewujudkan Provinsi Riau yang Maju, Unggul dan Berbudaya.

Pj Gubernur Riau juga Mengapresiasi Atas kinerja Kabupaten Kampar dalam Penanganan Penurunan Stunting di Kabupaten Kampar dari 14,50% Menurun menjadi 7,60%, ini merupakan suatu Kebanggaan bagi kita semua dan seluruh OPD yang selalu berupaya dalam Penurunan Stunting ini.

“Untuk itu, saya berterima kasih Kepada Seluruh Kepala OPD dan Stekholder serta masyarakat Kabupaten Kampar yang selalu mendukung dan bersinergi untuk mewujudkan Kampar Semakin Melaju dan Sejahtera.”tutupnya.(Advetorial)