Pemkab Kampar Ikuti Rakor Rutin Pengendalian Inflasi Secara Virtual

0
68

Pj Bupati Kampar H. Muhammad Firdaus, SE, MM yang diwakili Asiaten Ekonomi Pembangunan Ekonomi Pembangunan Setda Suhermi,ST mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dilaksanakan rutin setiap minggunya secara virtual.

Rakor di pimpin langsung Tomsi Tohir Irjen Kementerian dalam negeri dan di ikuti Dirjen perdagangan Dalam Negri Isy Karim,dan seluruh kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota seluruh indonesia.

Kepala  Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti, S.T., M.Si., M.Eng., Ph.D. Dalam Menyampaikan paparanya dalam Rakor inflasi ada perubahan indeks perkembangan harga sampai minggu ke 4 september 2023 banyak yang mengalami penurunan harga yang cukup baik dari kabuapaten/kota untuk komoditas bawang putih, bawang merah, cabe rawit dan telur ayam beras, jadi untuk sekarang komoditas beras,cabe merah dan gula pasir yang harus jadi perhatian untuk kedepannya karna harga ya masih naik.

Dalam arahannya irjen menyampaikan untuk menekan kenaikan harga beras, gula pasir, dan cabe merah untuk kedepannya, berharap kepada seluruh daerah untuk dapat mengecek cadangan beras di daerah masing – masing dan mengecek setiap hari kenaikan harga beras di daerah masing masing untuk dicarikan solusinya.

Sementara untuk cabe merah diharapkan dapat di imbangi dengan gerakan tanam di tiap tiap daerah terutama di daerah yang terjadi kenaikan harga cabe merah.

“Di samping itu kita juga mengharapkan inovasi dan kreasi dari teman – teman semua, baik kepala daerah maupun satgas pangannya untuk mengatasi agar kenaikan harga beras tidak memberatkan masyarakat” Tambahnya.

Menanggapi arahan dari Mendagri Kepala Kepala Inspektorat Kampar Suhermi,ST menyampaikan Pemkab Kampar akan terus melakukan tindakan nyata dan membuat inovasi dan kreasi dalam penanggulangan inflasi di daerah.

“Kabupaten Kampar juga menggerakan semua sektor untuk menekan angka Inflasi dan mengarahkan semua stek holder untuk berperan dalam meningkatkan pengawasan, penanganan permasalahan dengan detail baik dari ketersediaan bahan, harga pasar, stabilitas pasokan pangan” Tambahnya.(Advetorial)