DKP Kampar Komit Bina KWT Guna Menjaga Ketersediaan Pangan di Kabupaten Kampar

0
220

Kampar, auramedia.co – Guna memberikan motivasi kepada masyarakat khususnya petani wanita, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar lakukan pertemuan dengan Kelompok Tani Wanita (KWT), (12/07/23) di Desa Naumbai Kecamatan Kampar. Kepada para penggerak ketahanan pangan wanita tersebut, Kadis DKP Kabupaten Kampar berikan arahan agar mereka tetap memiliki semangat dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk menjaga ketersediaan pangan khususnya ketersediaan pangan keluarga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Kampar, Drs. Muhammad, M. Si didampingi Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, Hj. Yalen Nilfida, SP, seusai melakukan pertemuan dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa Naumbai, (12/07/23) kepada wartawan mengatakan, bahwa DKP Kampar komit dalam mengembangkan KWT di Kabupaten Kampar. KWT menjadi salah satu kekuatan DKP untuk menjaga ketersediaan pangan khususnya ketersediaan pangan keluarga, ungkap Muhammad.

Muhammad juga mengatakan, berjalannya program KWT dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai tanaman pangan yang menjadi kebutuhan sehari-hari, maka dengan sendirinya kita telah berupaya untuk menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Kampar. Jika lahan-lahan pekarangan masyarakat sudah tertanam dengan berbagai macam tanaman pangan, maka akan sangat membantu kita dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Sehingga kebutuhan pangan kita dapat terpenuhi dengan baik, ungkap Muhammad.

Muhammad juga mengatakan, guna membantu masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui DKP menyalurkan beberapa bantuan untuk program ketahanan pangan. Bantuan ketahanan pangan tersebut kita salurkan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT), ungkap Muhammad.

Kepada wartawan Muhammad mengatakan, khusus kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Naumbai Kecamatan Kampar, DKP Kabupaten Kampar menyalurkan bantuan berupa Benih cabe rawit, benih cabe merah, benih kangkung, benih bayam, benih terong, hidroponik, pupuk cair, dan polibag, ungkap Muhammad.

“Tanamlah benih sesuai aturan tehnis budidaya, serta program ini diharapkan dapat berkelanjutan, jangan seperti shalat taraweh, semakin ke ujung semakin kurang,” ungkap Muhammad. (Advetorial)