Muhammad Amin Bersama Investor Malaysia Dirikan Pabrik Fish Floss Patini Indonesia ( Abon Patin) Di Bangkinang

0
366

Bangkinang Kota, auramedia.co – Petani ikan patin Kabupaten Kampar akan segera bahagia dengan berdirinya pabrik Fish Floss Patini Indonesia, ( Abon patin) di Bangkinang. Pabrik yang akan didirikan oleh Muhammad Amin, S. Ag., MH bersama sahabatnya pengusaha dari Malaysia tersebut, akan memasarkan abon patin itu ke beberapa negara tetangga, diantaranya Malaysia, Singapura, Nepal, dan Cina serta beberapa negara lainnya.

Direktur PT. Hijrah Alam Bumindo (Hamindo), Muhammad Amin, S. Ag , MH, (09/05/23) kepada wartawan mengatakan, bahwa berkat kerja keras dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kampar, saya bersama investor Malaysia yang merupakan teman kami, akan mendirikan pabrik Fish Floss Patini Indonesia, ( Abon patin) di Kabupaten Kampar. Semoga dengan keberadaan pabrik tersebut, dapat menampung hasil panen petani ikan patin Kabupaten Kampar untuk kebutuhan bahan baku utama dalam menghasilkan abon patin yang akan kita produksi untuk dipasarkan ke beberapa negara tetangga, ungkap Muhammad Amin.

Muhammad Amin juga menjelaskan, bahwa pabrik Fish Floss Patini Indonesia, ( Abon patin) dibangun dengan sistem join ecount. Mereka 40% dan PT. Hamindo 60%. Muhammad Amin juga membenarkan, bahwa temannya tersebut saat ini sudah memberikan investasi nya melalui perusahaan PT. Hamindo sekitar 40 milyar.

Melalui media Muhammad Amin juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Penjabat Bupati Kabupaten Kampar, DR. H. Kamsol, MM yang telah memberikan dukungan penuh terhadap rencana berdirinya perusahaan pabrik Fish Floss Patini Indonesia, ( Abon patin) di Kabupaten Kampar. Semoga dengan dukungan tersebut, keberadaan pabrik kami nanti dapat bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Kampar.

Muhammad Amin menjelaskan, pabrik Fish Floss Patini Indonesia, ( Abon patin) tersebut, akan memproduksi 30 s//d 100 ton / bulan abon patin. Otomatis kita akan memerlukan bahan baku ikan patin segar 30 s/d 80 ton/hari. Untuk menghasilkan bahan baku berupa ikan patin tersebut, kami membutuhkan hampir 750 kolam ikan patin untuk menyuplai bahan baku ke perusahaan kami. Selain ikan patin, kami juga membutuhkan cabe, bawang dan lain-lain untuk bahan baku penunjang dalam membuat abon patin tersebut, ungkap Muhammad Amin.

Kepada wartawan, Muhammad Amin juga mengaku, bahwa pabriknya tersebut juga akan membutuhkan hampir 1000 tenaga kerja, yang Insya Allah tenaga kerjanya akan kita ambil dari masyarakat Kampar. “Guna kelancaran bisnis perusahaan, kita juga akan bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha lokal ikan patin, terutama dalam memenuhi kebutuhan bahan baku,” ungkap Muhammad Amin.

Kepada media Muhammad Amin juga menjelaskan, bahwa keberhasilan kerjasama yang dijalinnya dengan investor malaysia tersebut, tidak terlepas dari dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kampar. Bahkan dari pihak Pemda Kampar, Penjabat Bupati Kabupaten Kampar, DR. H. Kamsol, MM secara langsung telah menandatangani surat jaminan ketersediaan bahan baku.

“Kami mengucapkan terima kasih tang tak terhingga kepada Penjabat Bupati Kampar. Beliau terjun langsung bagaimana supaya ekonomi kita di Kabupaten Kampar bisa meningkat. Insya Allah, bulan Mei atau Juni kami sudah melaksanakan Grand Breaking. Diperkirakan bulan Januari tahun 2024, kita sudah ekspor abon Ikan Patin tersebut, ” ungkap Muhammad Amin. (Adi jondri)