Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kampar Siapkan Bibit Unggul Berkualitas Untuk Petani Perkebunan Kelapa Sawit Masyarakat

0
331

Bangkinang Kota, auramedia.co – Guna membantu masyakarat dalam mendapatkan bibit unggul, Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar melaksanakan pembibitan kelapa sawit. Ribuan bibit kelapa sawit tersebut, akan didistribusikan kepada masyarakat, terutama bagi petani perkebunan yang tidak mampu.

Kepala Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Drs. H. Ali Sabri didampingi Kepala Bidang Usaha Tani, Nur Aini, SP. M. Si, (31/03/23) saat meninjau pembibitan kelapa sawit di area UPT Pembibitan Benih Perkebunan Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar di Desa Bukit Sembilan Kecamatan Bangkinang mengatakan, bahwa pembibitan kelapa sawit ini merupakan salah satu program prioritas Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar.

Lebih lanjut Ali Sabri mengatakan, ribuan bibit unggul ini akan didistribusikan kepada petani yang membutuhkan. Petani akan membeli dengan harga murah, karena harga bibit unggul tersebut sudah di subsidi oleh pemerintah Kabupaten Kampar. “Bibit unggul ini akan kita jual kepada petani sebesar Rp. 25.000.000,’/ batang. Hasil penjualannya, akan masuk kas daerah Kampar sebagai Pendapatan Asli Daerah,” ungkap Ali Sabri.

Ali Sabri juga menjelaskan, bahwa bibit kelapa sawit yang disediakan oleh Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar merupakan bibit unggul dari PPKS Medan varitas yang Ambi dan 239, ungkap Ali Sabri.

Ali Sabri juga mengatakan, selain berasal dari bibit terpercaya, pembibitan kelapa sawit milik UPT Dinas perkebunan ini juga dikelola oleh tenaga profesional dan mendapatkan pengawasan dari ahli perkebunan yang dimiliki Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar.

Ali Sabri menjelaskan, bahwa terdapat beberapa tahapan proses dalam pembibitan tersebut. Pertama, tahap pre nursery (pengecambahan) selama 3 bulan, dan yang kedua adalah tahap nursery hingga bibit berumur 1 tahun. Selama masa pembibitan, bibit tersebut mendapatkan pemupukan dan pengobatan yang lengkap. “Nanti kalau sudah berumur satu tahun, bibit ini akan kita distribusikan kepada masyarakat,” ungkap Ali Sabri.

Melalui media Ali Sabri menghimbau, agar para petani perkebunan dapat memakai bibit unggul yang berkualitas pada perkebunannya. Karena pada perkebunan kelapa sawit, faktor bibit menjadi salah satu faktor terpenting dalam menentukan hasil produksi perkebunan kelapa sawit tersebut, ungkap Ali Sabri.

Ali Sabri juga mengatakan, ada dua hal yang sangat penting diperhatikan dalam membeli bibit kelapa sawit. Pertama, asal kecambahnya. Petani harus tahu betul jenis atau asal kecambah bibit kelapa sawit yang mau di beli. Dan yang kedua, lihat pokok kelapa sawitnya. Biasanya bibit yang baik, pada pangkal batang bibit tersebut kelihatan besar. Memang tidak semua pangkal batang yang besar itu menjamin bibit tersebut berkualitas baik, karena kadang kala bibit kelapa sawit yang asal kecambahnya tidak jelas, ada juga yang hasil produksinya tidak maksimal. “Namun mengetahui asal dan jenis kecambah yang baik, itu merupakan salah satu faktor terpenting dalam menentukan bibit kelapa sawit yang unggul dan berkualitas,” ungkap Ali Sabri.

Ali Sabri mengingatkan masyarakat, jangan petani diharapkan tidak terpengaruh oleh harga bibit kelapa sawit yang murah. Karena salah pilih bibit, sangat berpengaruh kepada hasil produksi perkebunan kelapa sawit masyarakat, ungkap Ali Sabri.(advetorial)