Perempuan Lugu dan Pemalu Itu, Bergerak Maju Bersama Program TPBIS Dispersip Kampar

0
221

Bangkinang, auramedia.co – Pagi ini, (13/03/23) seusai melaksanakan sholat Sunnah Dhuha, melalui Zoom, saya mengikuti talkshow bersama Duta Baca Indonesia di Provinsi Riau dengan tema “Membaca itu Sehat, Menulis itu Hebat”.

Ada yang menarik dan membuat hati saya bahagia dan rasa haru saat mengikuti talkshow tersebut. Kehadiran Yuli Astuti sebagai Nara sumber dari unsur Penerima Manfaat Perpustakaan melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Melihat mbak Yuli (sapaannya), tampil dengan percaya diri berdampingan dengan Duta Baca Indonesia dan para Nara sumber berkompeten lainnya, pada talkshow berkelas nasional tersebut, mengingatkan diriku pada perjuangan mbak Yuli dalam menjalankan usaha home industri nya.

Awal mula kami aktif terlibat pada program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial bersama tim TPBIS Dinas Perpustakaan dan Kerarsipan (Dispersip) Kabupaten Kampar, pada tahun 2018 yang lalu, kami diajak mbak Yuli untuk datang berkunjung ke rumahnya di Desa Bukit Sembilan Kecamatan Bangkinang.

Kepada kami mbak Yuli memberitahu dan memperlihatkan proses pembuatan ramuan minuman instan jahe merah yang diproduksinya berkat program TPBIS yang diluncurkan oleh Perpusnas. Mulai dari dia menanam jahe merah dan tanaman ramuan obat lainnya di sekitar keliling rumahnya. Hingga proses cara membuat minuman instans jahe merah tersebut. Proses yang diawali dari pembersihan lahan, tata cara menanam, merawat tanaman, memanen tanaman obat herbal tersebut, membersihkan, meracik, memasak hingga mempacking nya untuk dipasarkan kepada konsumen.

Pada waktu itu, mbak Yuli juga menceritakan tentang kendalanya untuk mendapat izin paten minuman instan jahe merah yang diproduksinya tersebut. Walaupun terdapat masalah, mbak Yuli tetap semangat untuk membesarkan usahanya tersebut. Harapan agar produksinya menjadi besar dan dapat bersaing pada dunia pasar, menjadi harapan yang disampaikan mbak Yuli saat itu.

Saat mendengarkan curahan hati mbak Yuli waktu itu, dalam hati pun saya berharap, semoga pemerintah dapat membantu mbak Yuli untuk membesarkan usaha home industri nya itu. Karena saya yakin, usaha mbak Yuli itu layak dan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang cinta akan kesehatan.

Setelah beberapa tahun tidak jumpa karena kesibukan kami masing-masing, talkshow yang di Taja Perpustakaan Nasional (Perpusnas) bersama Dinas Perpustakaan Provinsi Riau menjadi ajang silaturrahmi kami dengan mbak Yuli. Meskipun kami hanya berjumpa di ruang zoom dan pada posisi yang berbeda, (mbak Yuli Astuti sebagai Nara sumber selaku masyarakat pendapat manfaat dari program TPBIS, dan saya yang selalu cinta sebagai peserta pecinta gerakan literasi), hatiku sangat bahagia dan haru melihat penampilan mbak Yuli yang luar biasa dihadapan ratusan peserta dan bahkan mungkin ribuan mata yang mengikuti Zoom waktu itu.
Mbak Yuli yang dahulunya saya kenal lugu dan pemalu, hari ini mampu tampil dengan penuh percaya diri dan memiliki publik speaking yang luar biasa.

Melihat penampilan mbak Yuli pagi itu, dalam hati saya bergumam, “semangat terus mbak Yuli, saling berbagi informasi dan manfaat, semoga dirimu mampu memotivasi ribuan bahkan masyarakat yang harus bangkit untuk mencapai kesejahteraannya, semoga usahamu lancar dan rezki mu semakin berkah”, gumamku.

Penulis : Adi Jondri Putra (Pemerhati Gerakan Literasi Kabupaten Kampar).