Keberadaan PKBM Rumah Kerlip Beriman  di Desa Sungai Tarap Menjadi  Perhatian Warga

0
272

Kampa, auramedia.co – Keberadaan PKBM Rumah Kerlip Beriman  di desa Sungai Tarap Kecamatan Kampa menjadi  perhatian warga.  Orang tua/wali Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS) calon peserta didik PKBM Rumah Kerlip Beriman hadir memberikan dukungan agar putra-putri mereka kembali mendapatkan hak atas  pendidikan berkualitas.

Keputusan PJ Bupati Kampar,Dr. H. Kamsol memberikan hadiah Umroh kepada Kepala Desa Sungai Tarap dan Koto Tuo sebagai penerima Anugerah Desa Pendidikan (ADDIK) menuju Desa Ekowisata Ramah Anak Peduli Perempuan dan Pendidikan (DERAPPP) mendorong partisipasi Desa untuk berkolaborasi dalam Penanganan ATS dan pencegahan APS.

*Geliat Desa Pendidikan*

“Sebaiknya dibatalkan, Bu. Hadiah Umroh terlalu berlebihan diberikan kepada Kepala Desa hanya dengan melaporkan keberadaan ATS/APS. Kepala Desa Pulau Gadang dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa desa tidak membutuhkan selembar sertifikat, ” Kata Kepala Dinas PMD kepada Ketua Tim Perintis PKBM Rumah Kerlip Beriman di kantor Kecamatan Kampa.

Tim Percepatan Desa Pendidikan mendorong partisipasi Pemerintahan Desa dalam penanganan ATS/APS ini secara bertahap. Tahap pertama pemetaan ATS/APS melibatkan semua unsur anggota tim. Penyerahan Sertifikat Desa Pendidikan disampaikan pada Hari Ibu bersamaan dengan peluncuran Gerakan Ibu Asuh Anak Tidak Sekolah (GIATS) setelah beberapa kali dibatalkan.

Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan, Kepemudaan,dan Olah Raga (Disdikpora) Kampar, Mariani menyampaikan laporan ATS/APS dari beberapa Camat yang menanggapi himbauan dari Sekretaris Daerah Kampar. Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kampar berhasil menghimpun data ATS/APS dari 17 Camat lainnya

Kepala Dinas PMD menerbitkan surat edaran perpanjangan waktu penerimaan laporan. Sampai tenggat waktu berakhir hanya bertambah 1-2 camat yang melaporkan ATS/APS. .

Pembina Yayasan Sigap Kerlip Indonesia (YSKI), Yanti Kerlip berulang kali mengingatkan kepala desa dan lurah, satu per satu melalui whatsapp untuk melaporkan keberadaan ATS/APS di desa/kelurahannya masing-masing. Ada seorang Kepala Desa yang menyampaikan akan melaporkan Yanti Kerlip ke kepolisian.  Beberapa nomor whatsapp yang diterima dari Dinas PMD tidak aktif, sudah pensiun, dan sudah berganti kepala desa/lurah. Tanggapan positif dari 180 Kepala Desa/Lurah yang menyambut baik membuat sahabat Bupati Kampar ini makin semangat.

Tim Percepatan Desa Pendidikan berupaya keras mendorong partisipasi penanganan ATS/APS berbasis desa ini. Namun ada saja tantangan baru yang perlu segera dijawab. Kepala Desa Koto Perambahan dari Kecamatan Kampa misalnya,  menyampaikan keraguan sesaat setelah ADDIK diberikan. Menurutnya tidak akan ada Kepala Desa yang dapat memenuhi 10 indikator dalam kategori Paripurna sampai 23 Februari 2023.

Hadiah Umroh dari PJ Bupati Kampar yang diberikan pada pembukaan Kampar Expo 2023 membasuh haru biru perjalanan para perintis PKBM Rumah Kerlip Beriman  dan menepis keraguan warga Kampar terhadap quick wins PJ Bupati Kampar ini.

Tim Percepatan Desa Pendidikan pun  menerima undangan Camat Kampar Utara mengunjungi TK Garuda 005 di Desa Sawah.

“Penuh harap ada desa di Kecamatan Kampar Utara juga menerima Anugerah Desa Pendidikan seperti di Kampar dan XIII Koto Kampar. Kesadaran orangtua untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke lembaga PAUD/TK masih rendah, “ujar Camat Kampar Utara.

Pesan dari Kepala Desa yang ingin ber-Derappp menjadi Desa Pendidikan terus masuk ke whatsapp Pembina YSKI, Yanti Kerlip. Salah satunya adalah pesan dari Kepala Desa Alam Panjang dari Kecamatan Rumbio Jaya. Pesan ini menginspirasi YSKI Kampar untuk menyusun standar operasional prosedur penanganan ATS dan pencegahan APS melalui rintisan PKBM Rumah Kerlip Beriman bekerjasama dengan Kepala Desa Pendidikan.

*Menggugah dengan Film Dokumenter*

YSKI Kampar memanfaatkan tumbuhnya kesadaran untuk menjadi Desa Pendidikan menuju Derappp ini dengan menyiapkan film dokumenter situasi dan kondisi ATS/APS di Kampar bersama Syaiful Sanggam.

Hanya beberapa jam setelah bertemu pembina YSKI di Balai Bupati Kampar, Syaiful Sanggam langsung menindaklanjuti rencana pembuatan film dokumenter di 9 Desa dan 1 kelurahan mitra Disdikpora dan YSKI Kampar.

“Untuk memberikan gambaran, serta mendorong desa lain berbuat lebih giat. Saya sudah selesai di Desa Sungai Tarap. Dan sekarang di Desa Koto Perambahan. Esok pagi jam 7 saya ke Koto Tuo dan Balung ibu. Rencananya saya nginap di Balung, tapi anak saya yang temani saya ke sana, ada jadwal kiliah Rabu pagi, “ujar Syaiful Sanggam.

Sampai hari ini, Syaiful Sanggam menyampaikan kabar bahwa ia sudah take video di Desa Sungai Tarap, Desa Koto Perambahan Desa Koto Tuo, Desa Balung dan Desa Kuok  “Esok saya sudah janji dengan Kades Kota Garo, dan karena satu wilayah saya ingin sekalian ke Desa Sumber Sari, bu, “Syaiful Sanggam melaporkan.

Film dokumenter yang dibuat jurnalis yang seniman ini diyakini bakal menggugah perasaan siapapun yang menontonnya. Bagaimana tidak, pembuatnya pun mengaku terharu.

“Susah saya menahan air mata ketika wawancara anak di Koto Tuo ini, bu Yanti, “ujar Syaiful Sanggam setelah mengirim cuplikan video wawancara ATS dari Desa Koto Tuo,  Azri dan ibunda tercintanya.

Koordinator YSKI Kampar, Hot Martua bersama Tim Perintis Rumah Kerlip Beriman merencanakan persiapan ijin operasional PKBM Rumah Kerlip Beriman di Desa Simalinyang, Kuok, Sumber Sari, Kebun Tinggi, dan kelurahan Pasir Sialang.  Sosialisasi PKBM RUMAH Kerlip Beriman tahun ini akan dilaksanakan di 100 Desa Pendidikan. Kepala Desa/Lurah  yang sudah menghubungi Yanti Kerlip menjadi prioritas pendampingan oleh YSKI Kampar. (***)