Kehadiran Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kampar diharapkan dapat bersama Bersatu Membangun Negeri.

0
771

BANGKINANG KOTA, auramedia.co – Dengan mengusung moto “Duduk Menerimo Tuah, Togak Menjago Marwah, Bajalan Membawa Amanah,” Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kampar masa khidmat 2022 – 2027 dikukuhkan. Minggu, 27/03/2022 di Taman Rekreasi Aula Stanum Bangkinang. Dengan dilantiknya Pengurus LAMR Kabupaten Kampar, diharapkan dapat bersama – sama bersatu membangun negeri Kampar ini dengan mengedepankan adat istiadat, agama dan bertongkat pada peraturan perundang – undangan.

Penabalan/penobatan dan pelantikan pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dihadiri Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si. diwakili Asisten I Setda Provinsi Riau Drs. Masrul Kasmy, M.Si, Ketua DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Syahril Abubakar dan pengurus LAMR, sejumlah ketua LAMR kabupaten/kota, Staf ahli gubernur Riau Yurnalis Basri, S.Sos, M.Si, Sekda Kuansing Dedy Sambudi, SKM, M.Kes, wakil ketua DPRD Kabupaten Kampar Repol, S.Ag, Polda Riau diwakili oleh Direktur Bimas Polda Riau, Kapolres Diwakili Kasat Intel, Danyonif 132/BS diwakili Wadanyon, Dandim 0313/KPR, Buya KH Alaidin Athori, Lc, Ketua Apdesi Riau H. Abdul Rakhman Chan dan para Ninik Mamak.

Ketua Panitia Penobatan LAMR Kampar Fakhrul Kamal menyampaikan, bahwa pengurus LAMR Kabupaten Kampar yang dilantik ± 215 orang.

Fakhrul Kamal berpesan kepada seluruh pengurus LAMR wajib, menjaga amanah yang telah diberikan,tegasnya.

Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Setda Provinsi Riau Drs. Masrul Kasmy, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, menyangkut urgensi dalam pengelolaan budaya antara pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan yang ada dalam hal ini pemangku adat, hendaknya terus selaras mewujudkan kemaslahatan bersama dibidang kebudayaan ini, ucap Masrul Kasmy.

Masrul Kasmy menambahkan, “kita tidak saja selalu khawatir tentang bagaimana mengusung nilai – nilai keberadatan yang dimiliki, tetapi juga bagaimana mewariskan nilai – nilai ke generasi masa depan. Maka semangat yang baru kembali aktifnya LAMR Kabupaten Kampar melupakan langkah maju bagi pelestarian adat Riau khususnya Kabupaten Kampar,” ujarnya.

Sementaranya itu, Ketua DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Syahril Abubakar pada sambutannya menyampaikan, bahwa LAK dan LAM itu sama, jangan ada yang membeda – bedakan. LAM dan LAK itu ibarat mata hitam dan mata putih, karena LAK itu adalah para Datuk – datuk kita dan LAM ini adalah anak kemanakannya. LAK itu orang tua kita 100%, karena itu semua datuk – datuk adat, pemangku – pemangku adat. Jadi tak ada bedanya dengan LAM, inilah yang kami luruskan ± 15 tahun sudah, untuk itu jangan ada yang membenturkan kedua pihak ini, apalagi mencampuri kepentingan adat dengan politik, tegas Datuk Seri Syahril Abubakar.

Adat itu ada, untuk membentuk budi pekerti anak bangsa. Jangan pernah kita rusak demi hanya kepentingan sepihak. Karena bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai keberagamannya.(Riki R.A)